Intinya dulu

Laporan awal menyebut lebih dari 50 orang, sedangkan pembaruan menyebut 55 jiwa. Keduanya merujuk evakuasi di Koto Tangah pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Ceritanya

PADANG — Pencarian tentang banjir bandang Kota Padang masuk feed Google Trends Indonesia pada Minggu (11/10/2026). Feed yang diperiksa pukul 18.50 WIB menampilkan volume pencarian 2.000+; angka itu menunjukkan perhatian pencarian, bukan jumlah korban atau luas wilayah terdampak.

Dua laporan yang dibaca redaksi sama-sama menempatkan evakuasi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Kecamatan Koto Tangah. Lokasi yang disebut adalah Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Kelurahan Lubuk Minturun.

Mengapa ada angka lebih dari 50 dan 55 jiwa

ANTARA mula-mula menulis lebih dari 50 warga dievakuasi. RRI kemudian memuat angka lebih spesifik, yakni 55 jiwa. Kedua angka itu tidak perlu diperlakukan sebagai dua kejadian berbeda: frasa lebih dari 50 adalah ambang jumlah, sedangkan 55 merupakan rincian yang lebih tepat dari operasi yang sama.

Menurut laporan ANTARA, luapan sungai terjadi setelah hujan lebat sejak Sabtu siang. Genangan di dua titik disebut melampaui 50 sentimeter, dengan aliran cukup deras dan berwarna kecokelatan.

Waktu dan unsur evakuasi yang tercatat

Komandan Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Tri Desyu Herman menyampaikan kepada RRI bahwa laporan awal diterima sekitar pukul 15.00 WIB. Evakuasi melibatkan unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, organisasi masyarakat, dan perangkat lingkungan.

RRI melaporkan operasi evakuasi berakhir pukul 20.00 WIB. Warga dibawa ke tempat yang lebih tinggi dan dinilai aman. ANTARA menyebut kelompok rentan—anak, perempuan hamil, lanjut usia, dan warga yang sakit—menjadi prioritas.

Batas informasi yang belum boleh disimpulkan

Sampai Sabtu malam, ANTARA belum memperoleh keterangan resmi mengenai korban jiwa dan menulis genangan mulai surut di lokasi. Batas waktu itu penting: laporan tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh titik di Padang sudah aman pada Minggu malam.

Untuk warga di sekitar daerah terdampak, ikuti arahan petugas dan pantau perubahan debit air. RRI mengutip imbauan agar warga segera menuju tempat lebih aman apabila air kembali naik dan membahayakan keselamatan.

Informasi yang belum tersedia dalam dua laporan ini meliputi rekap final kerusakan, jumlah rumah terdampak di seluruh kota, dan kondisi setiap titik setelah Minggu sore. Angka baru sebaiknya dipakai hanya setelah diumumkan lembaga yang menangani kejadian.

Foto artikel merupakan arsip Sungai Lubuk Minturun pada 17 Oktober 2020, bukan dokumentasi banjir 10 Oktober 2026. Foto dipakai untuk menunjukkan konteks lokasi yang disebut dalam laporan evakuasi.

Transparansi artikel

Jejak sumber

Artikel ini merupakan kompilasi sumber terbuka, bukan liputan lapangan atau wawancara langsung redaksi. Tautan berikut mengikuti rujukan yang tersimpan bersama artikel.

Panel ini tidak menyatakan bahwa sumber telah diperiksa ulang hari ini. Baca pedoman editorial dan koreksi.

Sumber & catatan editorialDisusun dari feed Google Trends dan dua laporan publik yang ditautkan; bukan liputan lapangan Sela Kabar. Angka 55 merinci laporan awal lebih dari 50 orang. Kondisi setelah batas waktu laporan belum dinyatakan sebagai fakta baru.
Google Trends Indonesia — feed tren diperiksa 11 Oktober 2026 pukul 18.50 WIB · ANTARA — evakuasi lebih dari 50 warga, 11 Oktober 2026 · RRI Padang — pembaruan 55 jiwa, 11 Oktober 2026 · Foto arsip — sumber dan kredit · Lisensi foto — penggunaan ulang termasuk media sosial